Struktur Organisasi Proyek dan Tugasnya Masing-Masing

Struktur organisasi proyek – Proyek merupakan rangkaian pekerjaan yang mempunyai tujuan khusus dan dikerjakan dalam rentan waktu tertentu. Adapun yang membedakan proyek dengna pekerjaan lain yaitu tidak bersifat rutin serta memerlukan perhatian yang lebih ekstra.

Managemen proyek sendiri harus disusun secara jelas dan tidak boleh asal-asalan, karena jika tidak bisa berakibat fatal termasuk konsekuensi terburuknya adalah proyeknya gagal total sehingga menderita kerugian yang sangat besar.

Biasanya akan dibuat struktur organisasi proyek khusus untuk memperjelas siapa saja yang bertanggung jawab dan apa saja tugas masing-masing jabatan dalam pengerjaan proyek tersebut. Berikut ini akan kita bahas tujuan dan contoh struktur organisasi proyek lengkap dengan tugas-tugasnya.

Tujuan Struktur Organisasi Proyek

Dibentuknya struktur organisasi proyek tidak serta merta tanpa tujuan yang jelas, ada berbagai macam yang harus dipertimbangkan karena siapa saja yang memiliki tugas dan tanggung jawab besar terhadap keberhasilan proyek yang dijalankan.

Untuk tujuan dibentuknya struktur organisasi proyek sendiri antara lain :

  • Untuk menentukan wewenang dan tanggung jawab
  • Untuk menyusun mekanisme pengendalian proyek
  • Untuk mengelompokkan penanggung jawab kegiatan
  • Untuk mengidentifikasi dan pembagian kegiatan

Meskipun begitu tidak semua proyek membutuhkan struktur organisasi terlebih lagi untuk jenis-jenis proyek sederhana mungkin tanggung jawab cukup dipegang oleh beberapa orang saja. Namun semakin besar sebuah proyek tentu struktur organisasi yang dibutuhkan juga akan semakin kompleks.

Contoh Struktur Organisasi Proyek 

Salah satu jenis proyek yang membutuhkan struktur organisasi yang jelas adalah proyek konstruksi bangunan, jalan, gedung maupun adhi karya. Biasanya proyek seperti ini ditargetkan selesai dalam beberapa tahun kedepan dan melibatkan banyak sekali pekerja.

Adapun kepengurusan proyek konstruksi disini harus jelas, misalnya saja seperti contoh struktur organisasi proyek kontruksi di bawah ini.

1. Struktur Organisasi Proyek Kontruksi

  • Contoh 1

struktur organisasi proyek konstruksi

  • Contoh 2

struktur organisasi proyek

  • Contoh 3

Contoh struktur organisasi proyek kontraktor

 

Jadi dari gambaran struktur organisasi proyek konstruksi di atas dapat memperjelas wewenang, tugas, tanggung jawab sesuai dengan keahlian masing-masing untuk mencapai satu tujuan perusahaan.

2. Struktur Organisasi Proyek Fungsional

Struktur Organisasi Proyek Fungsional

Pada contoh struktur Organisasi Proyek Fungsional dimana semua jalur kegiatan proyek mengikuti jalur fungsional yang sudah ada di perusahaan tersebut. Jadi bisa dikatakan lingkup proyek nantinya akan diserahkan ke bidang fungsional yang memiliki kegiatan sejenis.

3. Struktur Organisasi Proyek Koordinator

Struktur Organisasi Proyek Koordinator

Pada Struktur Organisasi Proyek Koordinator bisa dikatakan lebih baik dari struktur organisasi proyek fungsional karena adanya penunjukan seorang koordinator khusus untuk bertugas mengurusi proyek secara menyeluruh.

Tugas dan Jabatan Struktur Organisasi Proyek

Setelah melihat beberapa contoh struktur organisasi proyek diatas, berikut ini akan kita jabarkan apa saja jabatan dan tugasnya masing-masing secara lengkap dan menyeluruh.

uph.edu

1. Project Manager

Project Manager atau manager proyek adalah orang profesional yang dipilih untuk menggerakkan proses manajemen yang mengarah pada strategi pengelolaan proyek untuk mencapai tujuan proyek itu sendiri.

Secara umum seorang project manager memiliki tugas dan tanggung jawab atas perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan proyek. Sementara untuk tugas khususnya meliputi :

  • Mengontrol dan membuat time schedule yang akan dilaksanakan
  • Menentukan kebijaksanaan dalam pelaksanaan jasa managemen proyek konstruksi
  • Mengatur dan membuat perencanaan segala kegiatan operasional proyek
  • Menandatangani berita serah terima pekerjaan
  • Memimpin dan melaporkan kegiatan pelaksanaan proyek kepada konsultan pengawas
  • Menandatangani dan menyetujui semua dokumen untuk kebutuhan proyek konstruksi
  • Menandatangani laporan bulanan terkait pelaksanaan proyek konstruksi
  • Menggelar rapat koordinasi dengan pihak luar untuk mendiskusikan kebutuhan proyek
  • Menandatangani dan mengajukan pekerjaan tambahan (lembur) kepada pemilik jika diperlukan

2. Site Engineer

Site Engineer adalah posisi jabatan untuk membantu tugas manager proyek yang memiliki tanggung jawab terhadap perencanaan teknis dan meterial konstruksi, termasuk membuat perhitungan konstruksi yang dibutuhkan, menyediakan seluruh shop drawing serta menentukan spesifikasi data teknis dan volume pekerjaan konstruksi.

Adapun tugas lain seorang site engineer yang lebih spesifik meliputi :

  • Memberikan rekomendasi usulan desain kontruksi kepada tim serta mencari solusi dari permasalahan-permasalahan teknis yang dihadapi dalam proses pengerjaan proyek.
  • Menyampaikan petunjuk teknis kepada tim dalam melaksanakan segala pekerjaan sesuai bidang
  • Memberikan penilaian terhadap perkembangan proses pengerjaan proyek
  • Menjamin isi Kerangka Acuan Kerja (KAK) dapat terpenuhi sesuai dengan ketentuan
  • Membantu tim di lapangan dalam mgnendalikan kegiatan kontraktor agar lebih efektif dan efisien.
  • Melakukan pengecekan terhadap semua laporan kinerja teknis yang ada
  • Menyusun rencana kerja semua staf dan pekerja yang terlibat, baik di lapangan maupun laboratorium

3. Structure Engineering

Structure Engineering adalah orang yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa suatu struktur bangunan yang dikerjakan benar-benar aman untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi.

Biasanya orang dibidang ini akan lebih banyak di balik layar untuk melakukan perhitungan terkait desain, tinggi, dan fungsi sebuah bangunan mulai dari bawah bagian struktur pondasi sampai dengan atap.

Selain itu tugas seorang structure engginering juga meliputi :

  • Menjalankan tugas yang diberikan oleh site engineer
  • Membuat perhitungan struktur bangunan secara kompleks
  • Menganalisa struktur yang telah diberikan oleh pihak konsultan

4. Architect Engineering

Architect Engineering adalah bagian yang bertanggung jawab untuk merancang desain, konstruksi dan pengoperasian bangunan termasuk analisis dan desan terpadu sistem lingkungan meliputi pencahayaan, pipa ledeng, konservasi energi, perlindungan kebakaran dan alur transportasi vertikal & horizontal.

Selain itu tugas seorang architect engineering adalah :

  • Menyiapkan dan memperbaiki gambar untuk diberikan kepada atasan
  • Menganalisa gambar yang telah dibuat oleh drifter
  • Membuat shop drawing yang bisa dipahami oleh mandor

5. Quality Control

Quality Control adalah bagian yang bertanggung jawab untuk menentukan kualitas dari hasil pelaksanaan pekerjaan serta melakukan pengawasan terhadap mutu pekerjaan supaya menghasilkan pekerjaan yang baik pula.

Adapun tugas lain seorang quality control meliputi :

  • Melakukan pengujian mutu atas material dan bahan yang digunakan
  • Menguji kelayakan peralatan pengendalian mutu yang digunakan
  • Melakukan pengujian atas hasil pekerjaan di lapangan
  • Memahami dan mempelajari spesifikasi teknis yang digunakan pada proyek kontruksi
  • Mempelajari perencanaan mutu yang di implementasikan pada pekerjaan
  • Mempelajari metode kerja yang digunakan supaya hasilnya sesuai dengan spesifikasi teknis
  • Mempersiapkan laporan terkait pengendalian atau pemeriksaan mutu pekerjaan
  • Memeriksa dan menjaga kualitas pekerjaan dari subkontraktor agar sesuai dengan spesifikasi teknis

6. Drafter

Drafter adalah seorang juru gambar dalam struktur organisasi proyek yang bertugas untuk menggambar atau memisualisasikan apa yang telah direncanakan melalui suatu bidang gambar.

Adapun tugas spesifik lainnya seorang drafter meliputi :

  • Berkoordinasi dengan surveyor untuk menentukan titik koordinasi
  • Mengembangkan gambar yang telah diberikan oleh konsultan desain
  • Menggambar 3D maupun 2D
  • Melakukan monitoring desain terhadap material penyusun
  • Berkoordinasi dengan antar divisi maupun ke konsultan perencana

7. Quantity Engineer

Quantity Engineer adalah bagian yang bertanggung jawab untuk menjamin mutu material dan mutu hasil pelaksanaan oleh kontraktor telah memenuhi ketentuan atau syarat dalam dokumen kontrak.

Selain itu tugas seorang tenaga quality engineer juga meliputi :

  • Menyusun perencanaan dan program pembangunan kontruksi
  • Mengawasi dan melakukan pengendalian pelaksanaan fisik pekerjaan
  • Menguasai dan memahami pasal-pasal yang tertera dalam dokumen kontrak
  • Membuat dan menghimpun semua data yang berhubungan dengan pengendalian volume kerja
  • Mengarsipkan berbagai macam surat seperti laporan harian, bulanan, kemajuan pekerjaan, dll.
  • Melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat terhadap mutu pekerjaan dan tidak mentolelir adanya penyimpangan-penyimpangan pekerjaan
  • Melakukan pengujian atau pengetesan terhadap material yang baru didatangkan pihak kontraktor

8. Staff Akuntansi

Staff Akuntansi adalah bagian yang memiliki tugas dan tanggung jawab meliputi :

  • Menyusun dan membuat surat pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pembangunan
  • Membuat laporan periodik atas penyimpanan, penerimaan dan pengeluaran serta bertanggung jawab penuh terhadap semua pengelolaan keuangan proyek
  • Mengolah data yang bersifat kearsipan yang bersangkutan dengan pembukuan

9. Administrasi dan Umum

Administrasi dan Umum adalah bagian yang memiliki tanggung jawab dan tugas meliputi :

  • Membantu kepala pelaksana bagian proyek
  • Mengawasi dan mengkoordinasi tata laksana administrasi
  • Menyediakan dan melaksanakan semua kebutuhan perlengkapan administrasi dan peralatan kantor untuk menunjang kinerja dan kelancaran proyek konstruksi.

10. Operator Tower Crane

Operator Tower Crane adalah bagian yang memiliki tanggung jawab dan tugas meliputi :

  • Mengangkut dan meletakkan semua bahan material yang dibutuhkan proyek pembangunan menggunakan tower crane
  • Mengoperasikan tower crane disetiap lokasi-lokasi yang dibutuhkan
  • Mengangkut dan memindahkan material yang masih berada diluar sesuai dengan perintah kepala pelaksana
  • Merawat dan menjaga tower crane supaya bisa beroperasi dengan baik

11. Mechanic

Mechanic adalah bagian yang memiliki tanggung jawab dan tugas meliputi :

  • Bertanggung jawab untuk menghitung kuantitas dan kualitas hasil kemajuan pekerjaan di lapangan
  • Menguji, mengembangkan, memodifikasi dan menyesuaikan mesin dan peralatan
  • Memecahkan dan membahas masalah-masalah kompleks dengan departemen suplier, manufaktur, sub-kontraktor dan pelanggan
  • Merancang dan menerapkan modifikasi peralatan secara cost-effective
  • Mengelola proyek dengan prinsip rekayasa dan teknik

12. Supervisor

Supervisor adalah bagian yang memiliki tanggung jawab dan tugas meliputi :

  • Mengendalikan dan memimpin pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan persyaratan mutu, biaya dan waktu yang sudah ditetapkan
  • Bersama bagian engineering menyusun metode pelaksanaan konstruksi dan jadwal pelaksanaan pekerjaan
  • Membuat program kerja mingguan  dan mengadakan pengarahan kegiatan harian kepada pelaksana pekerjaan
  • Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja, gambar kerja, metode kerja dan juga spesifikasi teknik
  • Mengadakan pengukuran dan pemeriksaan hasil kerja di lapangan
  • Menerapkan program keselamatan kerja dan kebersihan di lapangan

13. Chief Inspector

Chief Inspector adalah seorang pengawas jalan yang memiliki tanggung jawab terhadap segala bentuk kegiatan supervisi, menciptakan koordinasi yang baik dengan pejabat pelaksana teknis kegiatan, kontraktor maupun direksi teknis.

Adapun uraian tugas chief inspector meliputi :

  • Melakukan pengawasan harian supaya pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sesuai dengan desain yang dibutuhkan
  • Melaporkan kepada pemimpin proyek atau site engineer apabila terdapat pelaksanaan pekerjaan yang menyebabkan terlampauinya volume pekerjaan diluar kontrak dokumen.
  • Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kepada sistem pembayaran harian
  • Membantu site engineer dalam menyiapkan data untuk final payment
  • Mengecek semua As Built Drawing yang dibuat oleh kontraktor

14. Surveyor

Surveyor adalah pekerjaan yang memiliki tugas umum berhubungan dengan pengukuran sebuah bangunan.  Keahlian yang satu ini sangat berperan penting dalam pelaksanaan sebuah proyek sekaligus sebagai kunci pembuka karena keberhasilan implementasi gambar rancang bangun kedalam dunia nyata bergantung dari kemampuan seorang surveyor.

Adapun uraian tugas surveyor meliputi :

  • Menentukan titik batas area proyek dan koordinat gedung
  • Membaca gambar untuk diaplikasikan di lapangan dengan melihat ukuran dan bentuk
  • Mengevaluasi kedalaman galian pondasi bangunan dan area lantai basement
  • Memantau kedataran cor beton yang digunakan untuk lantai basement maupun lantai-lantai di atasnya
  • Menghitung ketinggian elevasi cor kolom beton untuk menaruk balok dan plat lantai
  • Mengukur penurunan gedung setiap hari atau seminggu sekali

15. General Affair

General Affair adalah bagian yang memiliki tugas dan tanggung jawab meliputi :

  • Memelihara, mendata dan merawat seluruh aset perusahaan yang ada
  • Melengkapi segala kebutuhan operasional termasuk dokumen internal perusahaan
  • Mewakili perusahaan untuk menjali hubungan dengan pihak luar seperti MK, konsultan dan Owner.

16. Petugas Logistik

Petugas Logistik adalah bagian yang memiliki tugas dan tanggung jawab meliputi :

  • Melakukan surver data jumlah bahan material dan alat yang dibutuhkan
  • Membeli segala perlengkapan yang dibutuhkan ke toko atau supplier
  • Mengelola tempat penyimpanan gudang dan menyiapkan peralatan jika suatu waktu dibutuhkan
  • Bertanggung jawab atas sistem rantai pasok yang dibutuhkan selama pembangunan proyek
  • Berkoordinasi dengan bagian teknis dan pelaksana terkait jadwal pendatangan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembangunan

17. Safety Health and Environment

Pada bagian ini memiliki tugas dan tanggung jawab terkait :

  • Membuat program kerja K3
  • Melakukan perencanaan dan implementasi K3 dalam lingkungan kerja
  • Membuat laporan dan menganalisa data statistik SHE
  • Memastikan berjalannya program  dan membuat dokumentasi
  • Meninjau keselamatan kerja
  • Membuat pelatihan keselamatan kerja
  • Memastikan tenaga kerja bekerja sesuai SOP
  • Memeriksa peralatan kerja apakah masih layak untuk digunakan atau sudah aus

Demikianlah pembahasan kita tentang contoh struktur organisasi proyek dan tugasnya masing-masing. Proyek sendiri ada banyak jenisnya, mulai dari proyek konstruksi, kontraktor pembangunan, gedung, jalan raya, adhi karya, dan lain-lain. Namun pada intinya sistem kepengurusan organisasi kurang lebih seperti yang dicontohkan diatas.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Pengertian dan Konsep Cafe Kekinian !!

Pengertian Cafe – Cafe merupakan sebuah tempat yang cozy untuk nongkrong atau berbincang-bicang bersama teman/sahabat/keluarga sembari menikmati minuman…