Bagian-Bagian Mesin Bubut dan Fungsinya [Lengkap]

Bagian bagian mesin bubut – Mesin bubut merupakan alat industri yang memiliki peran penting untuk menyayat dan memotong kayu untuk dibentuk sesuai keinginan baik dalam konteks produksi maupun reparasi (perbaikan).

Tapi tahukan Anda bagiamana cara mesin bubut ini bisa bekerja? Nah, alat mesin bubut ini bisa bekerja karena ada bagian-bagian atau komponen berputar yang menyusun mesin bubut itu sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut ini saya jelaskan bagian-bagian komponen mesin bubut, fungsi, cara kerja dan gambarnya.

1. Kepala Tetap (Head Stock)

kepala tetap
teknikece.com

Pada bagian kepala tetap ini terdapat poros spindle mesin yang memiliki fungsi sebagai dudukan cekam (chuck). Jadi saat poros spindle ini berputar, maka cekam otomatis juga akan ikut berputar.

Selain itu di bagian kepala cekam juga terdapat sabuk (belt) dan puli (pulle) yang mana keduanya dihubungkan dengan motor penggerak. Adapun perubahan arah putar dan kecepatan mesin bisa terjadi karena adanya puli yang telah dihubungkan dengan poros spindle melalui roda gigi transmisi dalam kotak roda gigi (gearbox).

Yang perlu Anda ketahui adalah jika ingin menggunakan mesin bubut ini, maka putaran mesin harus berlawanan arah dengan mata pisau alat potong yang digunakan.  Dengan begitu sayatan kayu yang di inginkan bisa dilakukan dengan baik dan benar.

2. Motor Penggerak

motor penggerak
teknikece.com

Bagian motor penggerak ini bisa Anda jumpai dibawah gearbox atau kepala tetap. Adapun fungsinya mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk menggerakkan semua komponen yang ada.

3. Tuas (Handle)

Tuas atau Handle mesin bubut
teknikece.com

Hampir setiap mesin bubut memiliki jenis tuas atau handle yang berbeda-beda. Cara penggunaannya-pun juga bisa disesuaikan dengan table yang menempel pada mesin bubut.

Adapun fungsi dari tuas (handle) ini ada beberapa macam, diantaranya adalah :

  • Untuk mengatur kecepatan spindle
  • Untuk mengatur arah pemakanan
  • Untuk menyalakan dan mematikan mesin
  • Untuk mengatur kecepatan pemakanan secara otomatis
  • Untuk mengatur penguliran
  • Untuk mengatur arah putaran spindle

4. Tombol Emergency Stop

Tombol Emergency Stop
diyanhadiyana.blogspot.com

Secara umum sebuah mesin bubut selalu dilengkapi dengan tombol emergency stop. Jadi tombol Emergency Stop ini digunakan untuk mematikan mesin bubut dalam kondisi atau situasi darurat. Adapun tombol emergency ini memang di rancang khusus untuk mendukung keselamatan kerja dalam kondisi-kondisi tertentu.  

5. Kepala Lepas (Tail Lock)

kepala lepas

Kepala lepas ini berada dipasang di atas alas mesin atau terdapat di sebelah kanan mesin yang dikencangkan dengna baut dan mur. Adapun gunanya sebagai tempat penahan ujung benda kerja yang sedang di bubut, maupun sebagai tempat penahan kedudukan bor saat digunakan, dll.

Seorang operator bisa mengunci dan menggeser bagian kepala lepas ini disepanjang alas mesin karena dibagian porosnya terdapat lubang tirus yang bisa dipasang mata bor dengan tangkai serupa.

Kepala lepas ini terdiri atas 2 bagian utama yakni bagian alas dan badan. Jadi kedua bagian ini dikencangkan dengan 2-3 baut dan bisa digeser apabila dibutuhkan.

6. Eretan (Carriage)

eretan mesin bubut
teknikece.com

Pada mesin bubut terdapat 3 jenis eretan yang meliputi :

a. Eretan Alas (longitudilan carriage)

Eretan Alas merupakan bagian yang berada di alas mesin dan bisa bergerak ke kiri/kanan. Adapun didalamnya terdapat perlengkapan mekanik yang bekerja secara otomatis untuk menggerakkan eretan tersebut atau bisa juga digerakkan menggunakan tangan/manual.

b. Eretan Lintang (cross carriage/cross slide)

Bagian ini berada di atas eretan alas dengan posisi dudukan melintang terhadap alas. Maksud dari gerakan melintang disini adalah komponennya bisa mendekat dan menjauhi operator ketika diputar secara manual maupun otomatis.

Fungsi dari eretan lintang ini untuk mengatur tebal tipisnya pahatan yang dilakukan dengan memperhatikan skala ukuran yang sudah disediakan.

c. Eretan atas (top carriage/compound slide)

Eretan atas posisinya ada dibagian atas eretan lintang yang dikencangkan dengan 2 baut. Adapun kedudukannyabisa diputar atau dirubah 360o menyesuaikan kebutuhan.

Pada eretan atas terdapat rumah pahat yang menyertainya yang mana memiliki fungsi untuk membuat tirus dengan sudut yang besar dan digerakkan secara manual.

7. Dudukan Pahat (Tool Post)

Bagian dudukan pahat ini berada di atas eretan atas yang berfungsi untuk menjepit pahatan saat proses pembubutan dilakukan. Adapun secara umum dudukan pahat (tool post) dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :

a. Standar Tools Post

Standart Tools Post
rdgtools.co.uk

Dudukan post standart ini menggunakan ganjalan sebagai pengatur ketinggian mata pahat. Sementara untuk mengencangkan pahatan dilakukan dengan cara memutar baut-baut yang ada di bagian atas tool post.

Tool post standart dibedakan menjadi 2 berdasarkan jumlah rumah pahatnya, yang pertama adalah rumah pahat satu. Maksudnya adalah jumlah pahatan yang bisa dipasang hanya berjumlah satu saja. Jadi operator harus berulang-ulang untuk mengatur ketinggian setiap kali mengganti pahatan.

Yang kedua adalah rumah pahat 4 yang artinya jumlah pahatan maksimal yang bisa dipasang sampai dengan 4. Jadi operator cukup mengatur ketinggian sekali saja untuk melakukan pahatan tanpa perlu menyetel lagi.

b. Adjustable Tool Post

Adjustable Tool Post
tormach.com

Tool post jenis ini berfungsi untuk mengatur ketinggan mata pahat tanpa perlu menggunakan ganjalan. Hal ini yang membedakan dengan jenis standar tool post.

Adjustable ini juga terdapat 2 macam, yang pertama rumah pahat satu dan rumah pahat lebih dari satu yang mana penggunaannya sama dengan jenis standart tool post.

8. Lampu Penerangan

Lampu Penerangan
shutterstok.com

Lampu penerangan ini merupakan bagian dari mesin bubut yang berfungsi untuk membantu operator dalam melihat benda kerja saat proses pembubutan serta untuk melihat hasilnya agar lebih maksimal. Namun sayangnya tidak semua mesin bubut sudah dilengkapi dengan lampu penerangan khusus ini.

9. Pendingin (Selang Coolant)

pendingin
shutterstock.com

Selang coolant ini memiliki fungsi untuk menyemprotkan cairan saat proses pembubutan terjadi. Selain itu bagian ini juga berfungsi untuk menstabilkan suhu alat potong ketika dirasa sudah terlampau panas.

Karena suhu yang stabil bisa membuat ketajaman mata potong lebih awet dan hasil kerjanya lebih maksimal. Misalnya saja seperti saat melakukan pengeboran benda keras, otomatis suhu alat potongnya akan meningkat dan mengeluarkan asap, disinilah bagian pendingin ini bekerja.

10. Alas Mesin (Bed Machine)

alas meja mesin bubut
teknikece.com

Bagian alas mesin ini berfungsi sebagai tumpuan gaya pemakanan ketika proses pembubutan terjadi dan juga sebagai tempat dudukan untuk kepala lepas, penyangga diam (steady rest) dan eretan.

Adapun bentuk dari alas meja ini bermacam-macam, ada yang salah satu sisinya memiliki ketinggian tertentu dan ada pula yang datar.

Namun permukaan dari meja mesin bubut ini selalu halus, rata dan memiliki tingkat kesejajaran yang tinggi sehingga gerakan eretan memanjang dan kepala lepas di atasnya bisa berjalan dengan lancar dan stabil untuk mendapatkan hasil yang persisi.

Apabila bagian ini terjadi kerusakan atau aus, maka akibatnya bisa fatal. Hasil dari proses pembubutan tidak lagi bisa persisi dan hasilnya kurang maksimal.

11. Poros Pembawa (Transportir)

poros transportir
teknikece.com

Poros transportir merupakan bagian poros berulir yang terletak di bawah eretan alas berbentuk seperti trapezium atau segi empat dengan jenis ulir withworth (inchi) dan metric (mm).

Jadi poros transportir ini berfungsi untuk membawa eretan secara otomatis pada saat proses pembubutan, contohnya saat melakukan pembubutan arah melintang atau memanjang dan ulirnya antara 6-8 mm.

Sedangkan poros pembawa akan selalu berputar untuk membawa dan mendukung kinerja eretan saat proses pemakanan secara otomatis. Nah, untuk melihat kecepatan dari hasil pembubutan bisa dilihat dari table pemakanan pada mesin sehingga Anda bisa mengatur kecepatan dengan menyesuaikan rpm dan mengatur handle.

12. Alat Pencekam

Maksud dari alat pencekam adalah bagian yang digunakan untuk mengikat benda keras saat akan dilakukan proses pembubutan. Dibagian ini terdapat 2 jenis yaitu :

a. Cekam Utama (Chuck)

Cekam merupakan alat perlengkapan mesin bubut yang berguna untuk menjepit benda saat proses pembubutan terjadi. Jenis dini bisa dilihat dari rahang yang terbagi atas dua buah yaitu cekap sepusat dan cekam tidak sepusar.

Cekap sepusat adalah cekam yang apabila salah satu rahang digerakkan maka bagian lainnya akan ikut bergerak menjaui pusat sumbu. Oleh karena itu jenis cekam ini biasanya digunakan untuk menjepit benda yang bentuknya sudah silindris.

Pada jenis ini biasanya memiliki jumlah rahang tiga (3 jaw chuck), empat (3 jaw chuck) dan enam (6 jaw chuck) seperti gambar dibawah ini.

alat pencekam
gurupujaz.wordpress.com

b. Cekam Kolet (Collet Chuck)

Cekam Kolet merupakan salah satu penjepit yang mempunyai permukaan relaif halus dan ukurannya lebih kecil. Pada jenis cekam ini terdapat 3 bagian yakni Kolet, dudukan kolet dan batang penarik.

13. Rem Kaki

rem kaki
teknikece.com

Bagian ini digunakan untuk menghentikan putaran mesin di posisi tertentu saat proses pembubutan. Jadi operator bisa mengatur kapan  rem kaki ini digunakan termasuk dalam kondisi darurat sekalipun.


Itulah pembahasan lengkap mengenai bagian-bagian komponen mesin bubut yang wajib Anda ketahui lengkap dengan gambar, cara kerja dan fungsi nya sebagai pendukung keutuhan komponen mesin bubut ketika digunakan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Pengertian dan Konsep Cafe Kekinian !!

Pengertian Cafe – Cafe merupakan sebuah tempat yang cozy untuk nongkrong atau berbincang-bicang bersama teman/sahabat/keluarga sembari menikmati minuman…