Pengertian Wisata: Tujuan, Jenis, Klasifikasi & Contoh Tempat

Pengertian wisata – Wisata adalah sebuah kata yang semua orang senang mendengarnya dan ingin sekali melakukannya. Disaat pikiran kita sudah stres karena banyak pekerjaan, atau sudah lama tidak melihat keindahan alam mungkin sudah saatnya kita butuh berwisata.

Lantas, apa sih arti wisata itu sendiri? Berikut adalah penjelasan tentang wisata beserta manfaat dan pengklasifikasiannya.

Pengertian Wisata

Pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), wisata adalah aktivitas bepergian bersama-sama, untuk memperluas pengetahuan ataupun bersenang-senang.

Pengertian wisata menurut para ahli seperti Koen Meyers (2009), yakni sebuah kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang, ke luar tempat tinggalnya dan hanya sementara waktu.

Dalam Bahasa Inggris, wisata disebut “tour”. Pengertian wisata secara etimologi dari kata “torah” (ibrani) artinya belajar, “tornus” (Bahasa Latin) artinya alat membuat lingkaran serta “tour” (Bahasa Perancis Kuno) berarti mengelilingi sirkuit.

Sedangkan pengertian wisata menurut UU No 10 Tahun 2009 adalah sebuah kegiatan perjalanan seseorang atau sekelompok orang, yang mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

5 Pengertian Wisata Menurut Para Ahli

Dalam wisata juga erat kaitannya dengan istilah wisatawan. Ada 5 pengertian wisatawan menurut para ahli, di antaranya:

  • Resolusi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, No 870 Pasal 5, wisatawan atau pengunjung adalah setiap orang yang mengunjungi suatu negara yang bukan tempat tinggalnya dengan alasan apapun selain usaha mencari pekerjaan.
  • J. Norwal mengatakan, wisatawan adalah seseorang yang masuk wilayah negara lain dengan tujuan apapun selain usaha mencari kerja dan tinggal permanen dan mengeluarkan uang di negara kunjungan dan uang yang dibelanjakan bukan dari negara tersebut.
  • Instruksi Presiden RI No. 9 Tahun 1969, wisatawan adalah orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat atau daerah lain untuk menikmati perjalanan wisata.
  • Suryadana (2013) mengatakan, wisatawan berarti orang yang melakukan perjalanan dengan mengunjungi tempat tertentu dengan tujuan berlibur, berbisnis, olahraga, berobat bahkan menuntut ilmu.
  • Menurut Organisasi Wisata Dunia (WTO), wisatawan merupakan pelancong yang melakukan perjalanan pendek, ke sebuah daerah atau negara asing dan menginap, minimal 24 jam, maksimal 6 bulan.

Tujuan dan Manfaat Wisata

Tujuan dan Manfaat Wisata

Jika ditanya, apa manfaat berwisata ke Malioboro? Atau ditanya, apa tujuan Anda berwisata ke Raja Ampat? Kira-kira, apa jawaban Anda? Berlibur? Honeymoon? Jadi, tujuan dan manfaat wisata adalah sebagai berikut:

  • Bagi tempat wisata: manfaat lebih terasa dari sisi ekonomi. Karena, mereka yang tinggal di dekat tempat wisata biasanya akan berjualan, ikut menjadi tukang parkir, tour guide dan sebagainya. Perekonomiannya akan terangkat. Mereka juga merasa bangga ketika menceritakan sesuatu tentang daerahnya pada wisatawan.
  • Bagi wisatawan: berwisata dapat menghibur diri (self healing), menikmati pemandangan berbeda, mencari pengalaman dan pengetahuan baru, mencicipi makanan daerah lain dan sebagainya.
  • Bagi pemerintah: wisata menjadi salah satu sumber pemasukan negara, meningkatkan devisa. Buktinya saja, ketika pandemi covid-19, wisata ditutup, perekonomian tumbang.

Jenis-jenis Wisata

Wisata dibedakan menjadi 3 sudut pandang, yang di dalamnya pun akan dibagi lagi. Berikut adalah pembagian jenis-jenis wisata:

1. Berdasarkan Tujuan

Wisata Berdasarkan Tujuan

Pertama, berdasarkan alasan atau tujuannya. Ketika seseorang bepergian tentunya memiliki tujuan, yang menjadikannya alasan untuk ke suatu tempat. Ada 3 jenis wisata berdasarkan alasan atau tujuan seseorang, yaitu:

  • Liburan

Tujuan utama yang hampir semua orang jadikan alasan bepergian atau berwisata adalah liburan. Berlibur menjadi jalan melepaskan kepenatan, mengatasi stres, berkumpul bersama keluarga atau orang tersayang.

  • Pendidikan

Untuk tujuan pendidikan biasanya lebih dikenal dengan istilah “study tour”. Khusus tujuan pendidikan, biasanya hanya dilakukan oleh para pelajar, dari TK sampai SMA.

Selain berlibur, para siswa akan belajar dan menambah pengetahuan atau informasi tentang suatu tempat. Misalnya saja study tour ke candi, museum dan sebagainya.

  • Bisnis

Untuk para karyawan atau pegawai, bepergian ke suatu tempat biasanya dalam rangka perjalanan dinas. Atau untuk tujuan bisnis, pekerjaan, seminar, rapat, dan sebagainya.

2. Berdasarkan Tempat Dikunjungi

Wisata Berdasarkan Tempat Dikunjungi

Lalu jika dilihat dari sudut pandang tempat yang dikunjungi saat berwisata. Maka, jenis-jenis wisata setidaknya dibagi menjadi 7 macam, yakni:

  • Wisata Pendidikan

Termasuk wisata pendidikan jika yang Anda kunjungi bermanfaat untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Misalnya wisata ke penangkaran penyu.

  • Wisata Sejarah

Jika wisata pendidikan akan mendapatkan ilmu pengetahuan secara umum, maka berbeda dengan wisata sejarah. Selain berlibur, Anda akan mendapatkan pelajaran sejarah atau peristiwa masa lampau. Misalnya wisata ke lubang buaya, yang akan mengingatkan Anda pada peristiwa G 30 S/PKI.

  • Wisata Budaya

Dalam wisata budaya berarti menikmati budaya yang disajikan oleh sebuah destinasi (tempat tujuan). Misalnya Anda wisata budaya dengan menonton pagelaran tari Kecak di Bali.

  • Wisata Religi

Merupakan kunjungan wisata ke sebuah tempat yang biasanya sakral dan disucikan. Wisata religi juga biasanya berkaitan dengan ketenangan hati dan jiwa. Misalnya wisata religi dengan Umroh ke Mekkah Madinah, masjid agung dan sebagainya.

  • Wisata Alam

Pengertian wisata alam dan contohnya adalah mengunjungi suatu tempat yang sifatnya alami. Misalnya saja berwisata ke air terjun, curug, danau, pegunungan (naik ke puncaknya), dan sebagainya. Tetapi tidak semua orang suka dengan wisata alam.

  • Wisata Bahari

Pengertian wisata air atau bahari adalah kunjungan yang tujuannya untuk menikmati keindahan laut, yaitu di permukaan maupun dalam laut. Berbeda dengan pengertian wisata pantai yang biasanya hanya sebatas menikmati permukaannya saja.

Ketika wisata bahari, Anda akan menikmati keindahan laut lebih luas lagi, dengan fasilitas tempat tersebut. Contohnya surfing, snorkeling dan lainnya.

  • Wisata Kuliner

Berbeda dari jenis wisata sebelum-sebelumnya, untuk wisata kuliner, Anda hanya akan menikmati sajian makanan dan minuman khas daerah yang dikunjungi.

Tujuannya hanya mencicipi yang nantinya bisa Anda ceritakan, di mana makanan khas itu dijual, berapa harganya, bagaimana rasanya, pedagang sebelah mana yang paling enak, warung mana yang paling murah dan sebagainya.

3. Berdasarkan Letak Geografisnya

Wisata Berdasarkan Letak Geografis

Menurut letak geografisnya, wisata dibagi menjadi 3 jenis, yakni:

  • Lokal

Disebut wisata lokal ketika perjalanan dilakukan ke tempat yang ada di kota sendiri atau dekat dengan tempat tinggal. Misalnya, Anda yang berdomisili di Denpasar, lalu bepergian ke Pantai Kuta. Berarti dikategorikan Anda sedang berwisata lokal.

  • Regional atau Domestik

Wisata regional berarti secara geografis lebih luas lagi. Yaitu ketika destinasi wisata yang dikunjungi berada di provinsi lain. Misalnya, Anda berdomisili di Provinsi DKI Jakarta dan sedang mengunjungi Pantai Parangtritis dan HEHA, di Yogyakarta. Itu sudah disebut sebagai wisata regional.

  • Internasional

Nah, kalau wisata tingkat internasional pastinya Anda sudah paham. Disebut demikian jika yang dikunjungi adalah lokawisata di negara lain. Seperti Anda yang WNI tinggal di Bandung, sedang berwisata ke Cappadocia, Turki.


Jadi itulah pembahasan lengkap mengenai pengertian wisata dan klasifikasi yang ada. Pada umumnya orang pergi berwisata itu pasti punya tujuan tertentu, namun yang paling penting adalah kita harus ikut melestarikan tempat wisata tersebut dan jangan sampai merusaknya.

Leave a Comment