Pengertian Job Enlargement dan Job Enrichment

Perluasan pekerjaan (job enlargement) dan pengayaan pekerjaan (job enrichment) merupakan sebuah konsep yang biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan untuk menjadikan para pekerja/karyawan di dalamnya bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas (job desk) yang diberikan.

Adapun konsep tersebut tentu memiliki kelebihan dan juga kekurangan yang bisa dilihat dari sudut pandang perusahaan maupun para pekerjaanya. Dengan penambahan tugas yang diberikan tersebut di sisi lain para pekerja bisa terhindar dari kemonotonan pekerjaan, namun di sisi lain juga bisa menjadi beban terkait banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Nah, bagi Anda yang belum memahami pengertian job enlargement dan job enrichment, seperti apa contohnya dan apa perbedaanya bisa menyimak ulasan berikut ini.

Pengertian Job Enlargement

Pengertian Job Enlargement
pixabay.com
Perluasan pekerjaan (job enlargement) adalah sebuah langkah yang diambil oleh perusahaan untuk menambah pekerjaan (job desk) bagi para karyawannya.

 

Jadi para karyawan akan menerima jenis pekerjaan yang masih linier dengan ruang lingkup pekerjaan yang selama ini dia lakukan. Karena itulah, kegiatan ini tidak akan menambah kualitas pekerjaan yang diberikan, hanya menambah kuantitas pekerjaan mereka saja.

Pengertian Job Enlargement Menurut Para Ahli

  • Menurut Robbins, Stephen P & Timothy A. Judge (2009:327-328), Job enlargement adalah peningkatan jumlah tugas dan variasi tugas yang disebabkan oleh adanya perluasan variasi pekerjaan. Walaupun hasil dari job enlargement ini kurang ditanggapi antusias dibandingkan dengan cara motivasi lainnya, seperti pemberian kompensasi
  • Menurut Wijayanto Dian (2012, p144), Job Enlargement merupakan penambahan pekerjaan bagi karyawan berupa penambahan variasi 16 pekerjaan dengan mengombinasikan atau menyatukan dua pekerjaan atau lebih.

Job enlargement dan job enrichment sendiri memiliki perbedaan yang cukup signifikan, namun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu membantu karyawan menjadi lebih produktif dan tambah aktif dalam bekerja.

Contoh Job Enlargement

Dalam kehidupan sehari-hari, ada berbagai macam contoh job enlargement atau perluasan pekerjaan yang bisa kita temui. Salah satu contohnya seperti berikut ini :

1. Memberikan pekerjaan tambahan bagi perawat

Perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut pada umumnya memiliki pekerjaan utama untuk mengambil sampel darah dan juga mengecek infus pasien. Seiring berjalannya waktu, pihak rumah sakit tentu akan menerapkan job enlargement pada perawat tersebut.

Perawat akan menerima beberapa pekerjaan ekstra yang mengharuskannya memberikan perhatian lebih terhadap pasien dan keluarganya. Seperti harus memberi informasi mengenai keadaan pasien dengan lebih jelas terhadap keluarga pasien agar mereka tidak khawatir, dan juga mengantar makanan secara rutin kepada pasien.

Jadi pekerjaan perawat yang biasanya hanya ada dua dalam satu sehari, berubah menjadi empat pekerjaan dalam satu hari setelah diberlakukan job enlargement. 

2. Memberikan pekerjaan tambahan bagi designer

Misalkan seorang grafik desain sebuah perusahaan yang semula hanya mengerjakan desain logo dan kartu nama saja, kemudian ditugaskan oleh perusahaan untuk ikut mendesain cover buku dan majalah.

Adapun seorang designer tersebut tentu saja mendapatkan penambahan pekerjaan secara kuantitas namun masih dalam bidang yang sama atau linier.

Kelebihan Job Enlargement

Kelebihan Job Enlargement
pixabay.com

Pengertian Job Enlargement dan Job Enrichment yang berbeda tentu membuat para perusahaan merasa harus menerapkan keputusan ini dengan lebih bijak. Akan tetapi, ada banyak sekali kelebihan yang bisa dirasakan setelah menerapkan job enlargement ini. Beberapa kelebihan tersebut adalah:

1. Meningkatkan Keterampilan Karyawan

Ketika karyawan mendapatkan jumlah pekerjaan, maka hal tersebut tentu akan membuat mereka menjadi semakin terampil dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan begitu, maka peluang mereka pun juga akan semakin terbuka untuk naik pada jenjang karir yang lebih tinggi.

2. Membuat Jangkauan Pekerjaan Menjadi Lebih Luas

Memberi pekerjaan pada karyawan juga akan membuat mereka menjadi lebih terasah lagi. Hal tersebut karena dengan menerima pekerjaan yang jangkauannya lebih luas, mereka akan menjadi belajar mengenai pengalaman dengan lebih baik lagi.

3. Membuat Pekerjaan Menjadi Lebih Menyenangkan

Para karyawan yang menerima pekerjaan dengan tugas sama setiap harinya tentu akan merasa bosan. Karena terlalu monoton, maka tingkat produktivitas mereka pun juga akan semakin berkurang sehingga kualitas pekerjaan yang dihasilkan juga kurang baik. Untuk itu, dengan menambah jumlah pekerjaan maka mereka pun akan lebih termotivasi agar bisa bekerja dengan lebih cekatan lagi.

Kekurangan Job Enlargement

Selain sisi kelebihannya, ternyata job enlargement ini juga memiliki beberapa kekurangan. Meskipun pengertian job enlargement dan job enrichment memiliki arti utama sebagai alat untuk membuat produktivitas karyawan semakin bertambah, namun apabila dalam penerapannya dilakukan dengan cara yang salah maka hal tersebut tentu akan menimbulkan kerugian.

1. Karyawan Merasa Terlalu Overworked

Ketika perusahaan memberikan tambahan tugas yang terlalu banyak, maka tidak akan bisa dipungkiri hal tersebut justru akan membahayakan karyawannya. Pemberian pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan karyawan tentu saja akan membuat mereka menjadi terlalu letih dan terkadang sampai merasa stres saking banyaknya tugas yang harus mereka selesaikan.

2. Menurunkan Kinerja Karyawan

Karyawan yang diharapkan mampu bekerja dengan lebih giat lagi justru terkadang akan membuat spesialisasi mereka semakin berkurang sebab pekerjaan yang harus dilakukan semakin banyak. Karena hal tersebut, maka efisiensi kinerja mereka pun juga akan semakin turun dan berdampak pada kualitas hasil pekerjaannya.

3. Berpotensi Menurunkan Kualitas Produk

Apabila karyawan terlalu kelelahan dan efisiensi kinerja mereka berkurang, maka hal ini juga akan memberi dampak yang buruk terhadap produk. Kualitas produk tersebut dapat menurun seiring dengan pekerjaan karyawan yang terlalu banyak, dan hal ini dikhawatirkan akan turut serta membuat pelanggan merasa tidak puas dengan produk perusahaan.

Pengertian Job Enrichment

Pengertian Job Enrichment
pixabay.com

 

Pengayaan pekerjaan (job enrichment) adalah salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan cara memberi mereka tambahan tugas yang tingkatnya lebih tinggi dari sebelumnya.

 

Secara sederhana, penerapan metode ini yaitu dengan cara menambahkan tugas pada karyawan yang tidak sama seperti tugas sehari-harinya, bahkan terkadang tugas tersebut harusnya diberikan pada atasan. Bisa dibilang Job enrichment memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas karyawannya, bukan kuantitas pekerjaannya.

Pengertian Job Enrichment Menurut Para Ahli :

  • Menurut Mathis, R.L dan J.H. Jackson (2006), “Job enrichment adalah peningkatan kedalam sebuah pekerjaan dengan menambah tanggung jawab untuk merencanakan, mengatur, mengendalikan, dan mengevaluasi pekerjaan”
  • Menurut Wijayanto Dian (2012, p144), Job enrichment merupakan penambahan pekerjaan melalui peningkatan kewenangan. Dalam pengayaan pekerjaan, pekerjaan tertentu menjadi lebih besar tanggung jawabnya, biasanya dikaitkan dengan proses perencanaan maupun evaluasi pekerjaan.

Dengan penambahan wewenang dan tugas tersebut, karyawan diharapkan mampu merasa lebih puas dalam menjalankan pekerjaannya. Selain itu, dengan merasa tertantang untuk meningkatkan kualitas kerja mereka, maka hasil pekerjaan yang dihasilkan pun bisa menjadi lebih maksimal.

Contoh Job Enrichment

Adapun contoh pengayaan pekerjan atau job enrichment dalam dunia industri yang bisa kita jumpai diantaranya seperti :

  • Misalkan ada seorang teknisi mesin tertentu pada sebuah perusahaan, kemudian teknisi tersebut ditugaskan untuk menangani mesin jenis baru yang lebih kompleks.
  • Seorang mahasiswa yang di pilih untuk menjadi asisten dosen
  • Seorang koki masakan jepang dimintai pihak restoran untuk memasak masakan lain

Tujuan Job Enrichment

Tujuan utama dari job enrichment adalah untuk memotivasi semangat para karyawannya. Selain itu, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan metode ini yaitu:

  • Membantu mendorong perkembangan karyawannya
  • Membantu karyawan untuk mengembangkan karirnya dan membuka kesempatan besar
  • Membuat karyawan merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan termasuk menyenangkan dan memiliki makna mendalam
  • Membantu karyawan mendapat tanggung jawab dan wewenang yang lebih
  • Mendukung karyawan mempelajari hal yang baru

Kelebihan Job Enrichment

Kelebihan Job Enrichment
pixabay.com

Job enrichment bisa dibilang akan membawa begitu banyak kelebihan, inilah beberapa kelebihan yang bisa dirasakan ketika menerapkan konsep ini :

  • Membuat karyawan menjadi semakin bangga sudah bekerja di perusahaan
  • Alat bagi karyawan untuk melakukan aktualisasi diri
  • Membuat pelanggan menjadi puas atas kinerja yang dihasilkan

Kekurangan Job Enrichment

Tidak hanya kelebihan, namun job enrichment ini juga memiliki beberapa kekurangan. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri sebab terkadang karyawan justru merasa bahwa dirinya tidak sanggup untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan yang ada. Beberapa kekurangan tersebut adalah:

  • Karyawan terkadang banyak yang menentang tugas tambahan
  • Hanya bisa dilakukan dengan maksimal oleh karyawan yang sudah sangat terampil
  • Terkadang hasil yang diharapkan jauh dari perkiraan

Perbedaan Job Enlargement dan Job Enrichment

Perbedaan Job Enlargement dan Job Enrichment
pixabay.com

Walaupun pengertian job enlargement dan job enrichment hampir mirip yaitu sama-sama memberi penambahan tugas pada karyawan, namun ada perbedaan yang begitu mencolok di antara keduanya.

Job enrichment cenderung memberi tugas yang lebih sulit kepada para karyawannya dan sifatnya pun vertikal, yakni mencakup tugas yang tidak termasuk dalam lingkup pekerjaannya.

 

Sedangkan…………………….

Job enlargement memberi tugas pada karyawan yang kinerjanya tidak menunjukkan peningkatan apapun, sehingga tugas yang diberikan masih sama dengan ruang lingkup pekerjaannya selama ini. Sifat tugasnya yang vertikal juga membuat tingkat kesulitannya lebih rendah daripada job enrichment.

Jadi, meskipun pengertian job enlargement dan job enrichment sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan, namun metode yang diterapkan bisa dibilang sangat berbeda. Kedua metode tersebut pun membawa kekurangan dan kelebihan yang berbeda antara satu sama lain.

Leave a Comment